Hijrah Tanpa Nanti, bersegera dalam menuju baik




Hijrah adalah proses
Hijrah adalah belajar
Tanpa ada batas umur
Tanpa ada kata tua
Jatuh berdiri lagi
Kalah mencoba lagi
Gagal bangkit lagi
Sampai Allah berkata,
"Waktunya pulang"

Tiap langkah salah bukanlah akhir dunia. Ia adalah ruang pembelajaran, yang harus kita hindari adalah berbuat dosa. Tentu sebagai manusia takkan kita tak pernah khilaf melalukannya pula. Kesalahan yang hadir untuk menunjukkan pada kita jalan menuju kesempurnaan.

Kehidupan terus berlangsung, bukan sebab kita tak pernah jatuh, tetapi sebab kita jatuh dan bangkit berkali-kali. Keberhasilan adalah semata penanda bahwa apa yang kita kerjakan memang hal yang tepat. Sedangkan kegagalan adalah semata penanda bahwa apa yang kita kerjakan bukanlah hal yang tepat. Keduanya datang silih berganti, bahkan terkadang beriringan, sebab yang satu memang tak bisa hadir tanpa yang lain. Maka keberhasilan dan kegagalan memang diciptakan berdampingan.

Ada orang yang buruk akhlaknya, bertaubat diakhir hayatnya lalu masuk surga. Ada orang yang baik seumur hidupnya namun bermaksiat diakhir hayatnya.

Jiwa akan terus tumbuh kala dihidupi dengan cahaya kebenaran. Berawal dari titik kesalahan, ia melebar jika dibiarkan. Jadilah keburukan itu meluas hingga menutupi sebagian besar jiwa. Tanpa disadari ia pun menghitam dan jauh dari kebaikan. Maka tiap diri harus cermat dalam mendapati berbagai keburukan. Jangan remehkan kecilnya sebab lama kelamaan akan menggoyahkan bangunan amal. Berhitunglah dengan dirimu, sebelum kau dihitung kelak. Segeralah cermati setiap keburukan dan haruslah ia dengan kebaikan.
Jiwa akan dapat terus tumbuh kala  dihidupkan. Dengan cahaya kebenaran.

Penentu adalah hak Allah, tetapi ikhtiar menjadi bagian kita dan doa mempermudah segalanya. Kita tidak pernah tahu akhir perjalanan, teruslah meminta pada Allah untuk Husnul Khatimah.

Jangan pernah berhenti melangkah sampai kita semua berhenti di depan pintu yang sama. SurgaNya Allah...

Bila dunia tujuanmu,  sungguh ia hanya bagai kedip mata dan lima kali kaki melangkah. Sebentar, selewat dan sementara. Sudah Allah tuliskan lengkap skenario hidup kita. Lalu kita indahkan setengahnya dan akhirnya dengan terus memperbaiki diri, menambah ilmu dan ketaatan.

Semoga kita termasuk yang Istiqomah sampai akhir hayat.




Comments