Sinar itu kembali




Sebuah kesalahan besar yang dikarenakan satu kekecewaan. Hampir setiap orang akan merasakan masalahnya yang paling besar dan itu termasuk aku. Sehingga tidak ada waktu untukku mensyukuri nikmat sehat dam waktu luang.

Semua dikendalikan oleh pintu yang menutup rasa syukur, pintu kebahagiaan yang lain terkalahkan oleh satu situasi dan kondisi yang amat pedih. Biarkan aku masuk untuk yang terakhir kalinya.

Kenangan yang pekat dan jalan yang redup. Tapi kini tidak masalah, karena jalan-jalan yang lain sudah berada tepat di depanku. Selama aku sadar atas rasa syukur terhadap kebahagiaan yang selamanya ini terpendam.

Comments